Kapolsek Waled Polresta Cirebon Sampaikan Imbauan Pencegahan Karhutla dan Banjir dalam Saresehan Bersama Masyarakat
Waled, Kab. Cirebon – Dalam upaya memperkuat sinergitas dan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana alam, Kapolsek Waled Polresta Cirebon AKP Moch. Fadholi, S.H., menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Saresehan dan Diskusi Publik bertajuk “Masyarakat Bersatu dalam Pencegahan dan Penanganan Banjir Waled”, yang berlangsung di Balai Desa Mekarsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon, Kamis (03/09/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin bersama Plt. Camat Waled Ita Sulastriana, S.Pt., M.Si., serta dihadiri oleh berbagai unsur lintas instansi dan tokoh masyarakat. Turut hadir perwakilan RSUD Waled, Puskesmas Waled, Puskesmas Cibogo, Damkar Cikulak, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), para Kuwu, BPD, tokoh agama dari MUI, MWC NU, Muhammadiyah, serta organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna, KNPI, dan GP Ansor.
Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai potensi kerawanan bencana di wilayah Kecamatan Waled. Berdasarkan hasil diskusi, terdapat lima desa yang masuk dalam wilayah rawan banjir, yaitu Desa Ambit, Ciuyah, Mekarsari, Gunungsari, dan Karangsari.
Potensi banjir tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya luapan Sungai Surakatiga, tingginya curah hujan dari wilayah hulu Kabupaten Kuningan, pendangkalan sungai, penumpukan sampah, serta kondisi drainase yang belum memadai.
Kapolresta Cirebon Kombes Pol. Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Waled AKP Moch. Fadholi, S.H., menyampaikan bahwa upaya pencegahan dan penanganan bencana membutuhkan keterlibatan seluruh unsur, baik pemerintah, aparat, organisasi masyarakat, maupun warga.
“Penanganan bencana tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kepedulian dan kerja sama seluruh elemen masyarakat, mulai dari upaya menjaga kebersihan lingkungan, kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga koordinasi apabila terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Selain membahas pencegahan banjir, Kapolsek Waled juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama pada kondisi cuaca panas dan musim kemarau. Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, maupun sisa tanaman secara sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang dapat menjadi sumber api.
Dalam saresehan tersebut juga dirumuskan sejumlah langkah strategis, antara lain pelaksanaan kerja bakti membersihkan saluran air secara serentak, meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam membuang sampah, serta melakukan penghijauan dan penanaman pohon pada area yang berfungsi sebagai resapan air.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan, setiap desa juga didorong membentuk tim siaga bencana, melakukan pemutakhiran data warga yang rentan terdampak bencana, serta melakukan pengecekan secara berkala terhadap peralatan pendukung dan jalur evakuasi.
Pembagian peran antarelemen masyarakat turut menjadi perhatian. Instansi terkait diharapkan mengoptimalkan koordinasi dan dukungan teknis, pemerintah desa menjadi ujung tombak sosialisasi dan pelaksanaan di lapangan, tokoh agama memberikan edukasi melalui kegiatan keagamaan, sedangkan organisasi kepemudaan dapat berperan aktif dalam kesiapsiagaan dan evakuasi.
“Yang tidak kalah penting adalah peran masyarakat. Mari bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila melihat potensi banjir maupun kebakaran. Pencegahan akan jauh lebih baik daripada penanganan setelah bencana terjadi,” tegas Kapolsek.
Melalui kegiatan saresehan dan diskusi publik tersebut, diharapkan terbangun kesadaran bersama serta koordinasi yang semakin kuat dalam menghadapi potensi bencana di wilayah Kecamatan Waled.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Situasi selama kegiatan terpantau kondusif.
