Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain colormag dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/tribrat7/dakhura.com/wp-includes/functions.php on line 6131
Sinergi Bhabinkamtibmas dan Pemdes Tersana: Komitmen Bersama Perangi Geng Motor – Dakhura
Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/tribrat7/dakhura.com/wp-includes/functions.php on line 6131

Sinergi Bhabinkamtibmas dan Pemdes Tersana: Komitmen Bersama Perangi Geng Motor

KAB. CIREBON –  02/02/2026 Masalah geng motor yang kian meresahkan menjadi perhatian serius aparat keamanan di tingkat desa. Menanggapi hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Tersana, Aipda Duso Furwanto, SH, melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Tersana untuk bersama-sama memerangi aktivitas kelompok bermotor yang mengganggu ketertiban umum.
​Langkah ini diambil guna memastikan wilayah Desa Tersana tetap kondusif dan bebas dari aksi anarkisme jalanan yang kerap melibatkan remaja.
​Kolaborasi Lintas Sektoral
​Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di kantor desa, Aipda Duso menekankan bahwa penanganan geng motor tidak bisa hanya mengandalkan tindakan kepolisian semata, melainkan butuh dukungan penuh dari perangkat desa dan tokoh masyarakat.
​”Geng motor bukan sekadar masalah lalu lintas, tapi sudah menyentuh aspek keamanan sosial. Saya mengajak seluruh jajaran Pemdes Tersana untuk lebih peka dan proaktif memantau pergerakan pemuda di lingkungan masing-masing,” tegas Aipda Duso Furwanto, SH.
​Poin Strategis Antisipasi Geng Motor:
​Pengawasan Lingkungan: Pemdes diminta menginstruksikan Ketua RT dan RW untuk mendata titik-titik yang sering dijadikan tempat berkumpul (nongkrong) hingga larut malam.
​Edukasi Orang Tua: Sosialisasi bersama kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama terkait jam pulang malam dan penggunaan kendaraan bermotor.
​Aksi Cepat Lapor: Membangun sistem komunikasi cepat antara warga, Pemdes, dan Bhabinkamtibmas jika melihat adanya indikasi kerumunan motor yang mencurigakan.
​Respon Pemerintah Desa
​Pihak Pemerintah Desa Tersana menyambut baik ajakan tersebut dan menyatakan kesiapannya untuk mengerahkan linmas serta perangkat desa dalam mendukung patroli lingkungan. Sinergi ini diharapkan mampu memberikan efek jera serta ruang gerak yang sempit bagi pelaku gangguan kamtibmas.
​Dengan adanya kolaborasi yang kuat antara Bhabinkamtibmas dan Pemdes, diharapkan Desa Tersana menjadi wilayah yang “alergi” terhadap geng motor, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dan beristirahat dengan rasa aman tanpa bayang-bayang teror jalanan.