Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain colormag dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/tribrat7/dakhura.com/wp-includes/functions.php on line 6131
Langkah Pasti di Lorong Sempit: Pengabdian Aipda Imron dan Aipda Duso – Dakhura
Deprecated: Fungsi WP_Dependencies->add_data() ditulis dengan argumen yang usang sejak versi 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/tribrat7/dakhura.com/wp-includes/functions.php on line 6131

Langkah Pasti di Lorong Sempit: Pengabdian Aipda Imron dan Aipda Duso

Cirebon – 15/01/2026 Di sebuah sudut pemukiman yang padat, dua sosok berseragam cokelat tampak berjalan dengan langkah yang tenang namun waspada. Mereka adalah Aipda Imron, SH dan Aipda Duso Furwanto, SH.
​Tanpa menggunakan kendaraan, keduanya memilih untuk menyusuri gang-gang kecil yang hanya cukup dilewati dua orang dewasa. Bagi mereka, keamanan tidak bisa hanya dipantau dari balik kaca mobil patroli; keamanan harus dirasakan langsung melalui sapaan dan jabat tangan dengan warga.
​Menyapa dengan Hati
​Di setiap tikungan gang, Aipda Imron sesekali berhenti untuk menegur ramah ibu-ibu yang sedang berkumpul di depan rumah atau sekadar menepuk bahu pemuda yang sedang bersantai. “Sampurasun, Bu, Pak… Bagaimana lingkungan hari ini? Aman?” sapanya dengan senyum tulus yang langsung mencairkan suasana.
​Sementara itu, Aipda Duso Furwanto dengan jeli memperhatikan setiap sudut. Ketajaman instingnya sebagai anggota Polri membuatnya teliti mengecek pintu-pintu gerbang yang mungkin lupa terkunci atau area penerangan jalan yang redup. Baginya, memastikan warga merasa aman dan kondusif adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
​Dialog yang Menenangkan
​Langkah mereka terhenti sejenak di sebuah pos ronda. Di sana, dialog mengalir hangat. Keduanya tidak hanya memberikan imbauan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat), tetapi juga menjadi pendengar yang baik bagi keluh kesah warga. Gelar Sarjana Hukum (SH) yang mereka sandang bukan sekadar hiasan nama; itu tercermin dari cara mereka memberikan edukasi hukum yang santun dan mudah dipahami kepada masyarakat.
​”Kehadiran kami di sini bukan untuk mengawasi dengan rasa takut, tapi untuk memastikan bahwa setiap warga bisa tidur nyenyak tanpa rasa khawatir,” ujar Aipda Duso di sela obrolan.
​Komitmen Tanpa Batas
​Keringat tipis mulai membasahi seragam mereka, namun semangat Aipda Imron dan Aipda Duso tidak luntur. Menelusuri gang sempit adalah simbol kedekatan Polri dengan rakyat. Hingga ujung gang terakhir terlampaui, mereka memastikan bahwa wilayah tersebut tetap dalam keadaan damai dan harmonis.
​Malam mulai turun, dan langkah kaki kedua bintara tinggi ini terus berlanjut. Bagi Aipda Imron dan Aipda Duso, pengabdian adalah tentang hadir di tengah masyarakat, memastikan bahwa negara ada dan menjaga di setiap jengkal tanah warganya.