Dukung Ketahanan Pangan, Kapolsek Pabuaran Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Desa Sukadana
PABUARAN, KABUPATEN CIREBON – Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan, Kapolsek Pabuaran Polresta Cirebon AKP Much. Soleh, S.H., melaksanakan monitoring perkembangan tanaman jagung pipil yang ditanam di lahan baku sawah (LBS) bengkok Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan monitoring tersebut dilakukan pada lahan seluas kurang lebih 5.000 meter persegi. Langkah ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung pipil berjalan optimal serta sebagai upaya antisipasi dini terhadap potensi serangan hama maupun penyakit tanaman.
AKP Much. Soleh menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kondisi tanaman jagung pipil terpantau tumbuh dengan baik dan subur. Saat ini usia tanaman telah mencapai 93 hari dengan estimasi masa panen sekitar 120 hari.
“Alhamdulillah, tanaman jagung pipil tumbuh dan berbuah dengan baik. Rencana panen diperkirakan pada tanggal 25 Februari 2026. Semoga hasil panennya nanti maksimal dan dapat memberikan manfaat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pabuaran AKP Much. Soleh, S.H., menegaskan bahwa kegiatan monitoring pertanian tersebut merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Monitoring perkembangan tanaman jagung pipil di lahan baku sawah bengkok Desa Sukadana ini rutin dilaksanakan sebagai dukungan terhadap program ketahanan pangan pemerintah. Dengan pemantauan secara berkala, kondisi tanaman dapat diketahui sejak dini sehingga apabila terjadi serangan hama atau penyakit dapat segera diantisipasi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolresta Cirebon melalui Kapolsek Pabuaran menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan kemandirian pangan lokal, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui hasil pertanian yang optimal.
“Selain itu, kegiatan ini juga mendukung diversifikasi pangan sebagai bahan baku industri, seperti pakan ternak dan tepung, serta berpotensi mendukung energi terbarukan melalui optimalisasi lahan dan kolaborasi lintas sektor,” pungkasnya.
